Categories
Informasi Kedinasan

Syarat Masuk STIN (Sekolah Tinggi Intelegen Negara) : Referensi Wajib Catat!

Sekolah kedinasan menjadi salah satu tujuan terbaik dengan berbagai keunggulan yang ada. Aspek pendorong sekolah kedinasan menjadi pilihan pasti tentunya masa depan yang sudah terjamin. Oleh karena itu, sekolah kedinasan memiliki banyak peminat salah satunya STIN. Berbagai syarat masuk STIN harus dilengkapi dan dipersiapkan jauh-jauh hari supaya tidak ada yang tertinggal.

syarat masuk stin

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memberikan pelatihan khusus bagi calon intelijen negara. Sekolah kedinasan ini dinaungi oleh Badan Intelegen Negara (BIN). Untuk menjadi bagian dari institusi ini, terdapat serangkaian syarat yang harus dipenuhi calon taruna atau taruni. Berdasarkan syarat masuk STIN dari tahun-tahun sebelumnya, dibawah ini ada ringkasan persyaratannya.

Berikut syarat masuk STIN yang perlu diperhatikan :

1. Ketahanan Spiritual dan Keberagamaan

Syarat masuk STIN yang pertama calon taruna/taruni diharapkan memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta kesetiaan yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945.

2. Warga Negara Indonesia

Untuk masuk sekolah kedinasan ini wajib memiliki kewarganegaraan Indonesia. Selain WNI tidak diperbolehkan untuk menjadi taruna atau taruni di STIN. Syarat ini merupakan syarat masuk STIN yang paling penting.

3. Reputasi Baik dan Bersertifikat

Pelamar diwajibkan tidak pernah terlibat dalam tindak pidana serta catatan kriminalitas. SKelakuan baik ditunjukkan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang bersih.

4. Latar Belakang Pendidikan

Lulusan SMA/MA/SMK (bukan lulusan paket C) dengan rata-rata rapor semester 1-5 minimal 75. Untuk lulusan dua tahun sebelumnya, nilai rata-rata rapor minimal 80 diperlukan.

5. Persyaratan Fisik dan Kesehatan

Peserta harus memenuhi persyaratan tinggi badan minimal, sehat jasmani dan rohani. Dan tentunya tidak memiliki cacat penglihatan (buta warna). Berkacamata dengan ukuran maksimal ±1 diperbolehkan.

6. Status Pernikahan dan Kesejahteraan Keluarga:

Calon taruna/taruni harus belum pernah menikah atau melahirkan (untuk perempuan). Calon taruna dan taruni bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan di STIN. Pemeriksaan kesejahteraan keluarga menjadi pertimbangan penting untuk syarat masuk STIN.

7. Persetujuan Orang Tua dan Ikatan Dinas:

Setiap peserta harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali dengan surat pernyataan yang sah. Bersedia mengikuti ikatan dinas pertama (IDP). Dengan rentan waktu selama 10 tahun sejak lulus pendidikan merupakan kewajiban yang harus diterima.

8. Persyaratan Tambahan:

Tidak menjadi personel atau mantan personel TNI,Polri dan PNS. Selain itu tidak tengah ikatan dinas dengan instansi lain, dan tidak sedang bekerja sebagai pegawai tetap. Hal tersebut merupakan tambahan syarat masuk STIN yang harus dipenuhi.

Dengan mengikuti serangkaian proses seleksi dan memenuhi persyaratan tersebut, calon taruna/taruni memiliki peluang untuk menjadi bagian dari STIN. Masuk ke Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) bukanlah tugas yang mudah, mengingat persyaratan ketat dan kompetisi yang tinggi. Sebagai solusi terbaik, calon taruna dan taruni dapat memanfaatkan bimbingan belajar dari Akademi Taruna. Bimbingan belajar ini bukan hanya memberikan pemahaman mendalam terhadap materi ujian, tetapi juga memberikan berbagai keunggulan yang dapat membuat perbedaan dalam perjalanan seleksi.

Salah satu keuntungan utama mengikuti bimbingan belajar di Akademi Taruna adalah fokusnya pada materi yang relevan dengan ujian masuk STIN. Materi yang terstruktur dan disajikan dengan metode pembelajaran yang efektif membantu peserta untuk lebih memahami konsep-konsep yang akan diuji dalam tes seleksi STIN. Dengan pembimbingan yang terarah, peserta dapat mengoptimalkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan, sejarah, dan aspek penting lainnya yang menjadi fokus tes.

Bimbingan belajar juga mencakup simulasi ujian yang dapat membantu peserta untuk familiar dengan format dan jenis pertanyaan. Tentunya dilengkapi dengan modul superdiktif untuk membantu kita dalam belajar. Hal ini meningkatkan tingkat kepercayaan diri peserta saat menghadapi ujian sesungguhnya.

Selain itu, Akademi Taruna juga dapat memberikan panduan khusus mengenai aspek psikotes dan wawancara yang merupakan tahap seleksi penting di STIN. Dengan mengikuti bimbingan belajar dari Akademi Taruna, calon taruna/taruni memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai hasil optimal dalam seleksi masuk STIN. Pembimbingan yang terarah, fokus pada materi yang relevan, serta simulasi ujian yang disediakan dapat menjadi bekal saat ujian.

Beri review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *