Categories
Informasi Polri

Tes Antropometri Polri Standar Tubuh dalam Seleksi Penerimaan Polri

Penerimaan anggota Polri adalah proses yang ketat, dan salah satu tahapannya yang sering terlupakan adalah tes antropometri. Jangan salah, tes ini sangat penting untuk menilai kualifikasi fisik calon anggota Polri. Jadi, apa sebenarnya tes antropometri Polri, apa yang mereka ukur, dan kapan tes ini dilakukan? Mari kita selami informasinya.

Tes Antropometri Polri

Apa Itu Tes Antropometri dalam Seleksi Penerimaan Polri?

Tes antropometri adalah ilmu yang memfokuskan pada pengukuran dimensi tubuh manusia, termasuk tulang, otot, dan jaringan lemak. Nama “antropometri” sendiri berasal dari kata “anthro” yang berarti manusia dan “metri” yang berarti ukuran. Intinya, tes antropometri digunakan untuk memeriksa postur tubuh calon anggota Polri dan memastikan bahwa mereka sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tujuan Utama Tes Antropometri

Jadi, mengapa tes Polri ini menjadi begitu penting dalam seleksi Polri? Alasannya sederhana: sebagai penegak hukum yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, anggota Polri harus memenuhi standar proporsi tubuh tertentu. Ini adalah cara untuk mengukur apakah postur tubuh calon anggota Polri sesuai dengan standar ini atau tidak.

Persiapkan diri anda dengan mengikuti bimbel tes antropometri Polri di Akademi Taruna bersama para pakar terbaik bergaransi.

Apa yang Diukur?

Tes ini melibatkan sejumlah pengukuran yang ketat. Ini mencakup:

  1. Pemeriksaan Kepala: Termasuk pengukuran miring kanan/kiri dan leher menjulur ke depan.
  2. Pemeriksaan Bahu: Ini termasuk pengukuran bahu kiri/kanan rendah dan bahu kiri/kanan ke depan.
  3. Pemeriksaan Tulang Punggung: Melibatkan pengukuran lekuk tulang punggung ke depan (lordosis), lekuk tulang punggung ke belakang (kyphosis), serta kelainan seperti tulang belakang berbentuk S (scoliosis).
  4. Pemeriksaan Dada dan Perut: Termasuk pengukuran dada pipih/ceking, dada meruncing ke depan, dan perut menonjol ke depan.

Selain itu, tes juga mencakup pengukuran tipe tubuh (gemuk/kurus), pinggul, keseimbangan panggul, posisi lutut, arah telapak kaki, kelengkungan telapak kaki (foot flat), serta sikap dan cara berjalan. Bahkan pemeriksaan bentuk kaki, seperti kaki X dan kaki O, juga dilakukan dalam tes antropometri.

Tes jenis ini biasanya dilakukan bersamaan dengan tes kesamaptaan jasmani, menggunakan peralatan pengukuran yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Untuk mempersiapkan diri, calon anggota Polri harus menjaga pola makan, tidur yang cukup, dan melibatkan diri dalam latihan fisik secara teratur.

Jadi, itulah sekilas tentang tes antropometri, salah satu tahapan penting dalam seleksi Polri. Jangan lupa untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk tahapan tes lainnya, seperti tes psikologi dan akademik Polri. Semoga informasi ini membantu kamu memahami lebih jauh, terimakasih sudah berkunjung.

5/5 - (1 vote)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *